Persoalan ini sesungguhnya bukan sekadar tentang sebuah jembatan. Yang dipertaruhkan adalah wajah kebijakan publik. Pembangunan kehilangan maknanya apabila lebih banyak diarahkan untuk membangun simbol-simbol kekuasaan daripada menyelesaikan kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Kontras itu semakin terasa ketika perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banggai diselenggarakan secara meriah dengan menghadirkan hiburan berskala besar. Tidak ada yang keliru dengan perayaan daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas suatu wilayah. Namun, kemeriahan tersebut semestinya tidak mengaburkan kenyataan bahwa masih ada anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk sampai ke sekolah.
Kemajuan sebuah daerah tidak diukur dari megahnya panggung hiburan, banyaknya acara seremonial, ataupun indahnya gedung pemerintahan. Kemajuan diukur dari kemampuan negara menghadirkan rasa aman, menjamin pelayanan publik, dan melindungi kelompok yang paling rentan. Dalam konteks ini, anak-anak merupakan kelompok yang paling berhak memperoleh perlindungan tersebut.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Banggai bersama DPRD Kabupaten Banggai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan pembangunan daerah. Infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, khususnya akses menuju pendidikan, harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam perencanaan maupun penganggaran.
