Ketika Petani Tak Mampu Menebus, Bantuan Jadi Milik Para Pemilik Modal
LUWUK, BANGGAIPOST.COM
Petani di salah satu desa di Kabupaten Banggai menunjuk hamparan sawahnya yang kini kembali menghijau. Beberapa musim lalu, lahan yang sama pernah mengalami gagal panen, bukan karena hama atau cuaca ekstrem, melainkan karena alat panen tak kunjung tersedia.
โKami sudah siap panen. Tapi mesinnya tidak ada. Akhirnya banyak yang rusak di sawah,โ ujarnya saat ditemui wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Cerita itu kembali menemukan relevansinya setelah seorang petani dari Kecamatan Batui Selatan menyampaikan persoalan yang dialaminya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Banggai, Kamis (10/9/2026).
Petani tersebut mengaku diminta โmaharโ hingga Rp150 juta untuk mendapatkan bantuan combine harvester. Respons Amran saat itu tegas. โPak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani,โ kata Amran di hadapan petani dan sejumlah pejabat.
Dugaan permintaan Rp150 juta tersebut kini menjadi perhatian publik dan tentu masih harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum. Namun persoalan alsintan di tingkat petani tampaknya tidak berhenti pada satu cerita.
