Sekcam Luwuk Timur: Ini Bantuan Negara, Jangan Main-main
BANGGAI POST, LUKTIM – Ketua Kelompok Tani Perjuangan Desa Hunduhon, Markiano alias Cili, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, ia dua kali mangkir dari undangan rapat resmi pihak Kecamatan Luwuk Timur terkait aduan anggota kelompok soal dugaan penyimpangan bantuan pertanian.
Sekretaris Camat Luwuk Timur, Rahmad Kartolo, membenarkan bahwa undangan tersebut dikirim menyusul keluhan anggota kelompok terkait bantuan percetakan sawah, traktor, dan sejumlah dana yang masuk ke rekening kelompok.
“Kami sudah undang ketua kelompoknya dua kali, tapi tidak pernah hadir,” ujar Sekcam kepada Banggai Post, Senin (28/7).
“Ini menyangkut bantuan dari negara, jadi jangan main-main. Seharusnya Pak Markiano datang dan menjelaskan agar persoalan ini bisa diselesaikan tanpa saling tuding. Tapi kalau begini terus, tentu kami bertanya: ada apa?”
Traktor Disandera Paman, Gegara Traktor Lain Belum Dikembalikan
Meski Markiano tak hadir, dalam salah satu rapat yang digelar di Aula Kantor Camat, hadir seorang anggota keluarga yang mewakili—yakni pamannya, Kalvin Sakati.
Kalvin mengungkapkan bahwa traktor milik Kelompok Perjuangan saat ini berada di tangannya. Alasannya? Markiano pernah meminjam traktor milik kelompok lain, Kelompok Tani Jaya, saat menjabat sebagai sekretaris kelompok tersebut, namun hingga kini belum juga dikembalikan.
“Itu traktor kelompok kami dulu dia ambil. Nah, traktor bantuan dari kelompok Perjuangan dia kasih ke Kelompok Tani Jaya. Sampai sekarang belum juga dikembalikan. Jadi, traktor milik Perjuangan saya tahan sebagai jaminan,” ujar Kalvin seperti ditirukan Sekcam.
Sekcam: Jika Perlu, Kami Turun Langsung
Sekcam menambahkan bahwa hingga kini persoalan tersebut belum menemukan titik terang. Anggota kelompok, termasuk Alton dan rekan-rekannya, masih terus memperjuangkan hal ini. Bahkan, laporan telah dilayangkan ke pihak kejaksaan, meski belum ada tindak lanjut berarti.
“Pemerintah Kecamatan siap membantu. Bila perlu kami akan turun langsung mengecek keberadaan bantuan yang dipersoalkan. Harapan kami, masalah ini segera tuntas,” pungkas Sekcam Rahmad.(Alin)
