Berkah Sawit, Petani Plasma PT.KLS Bisa Kuliahkan Anak Hingga S2, Begini Kisah Suksesnya

Kebun Plasma PT.KLS, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulteng.[Foto: Dokumentasi BanggaiPost]

BANGGAIPOST.COM,Toili- Pagi itu, gudang pupuk kembali dibuka. Sebuah mobil Dump Truck angkutan buah Sawit tampak terparkir tak jauh dari gudang.

Seorang pria dengan peralatan penunjang perkebunan sawit bergegas, hendak menyelesaikan rutinitasnya dihalaman cukup luas tersebut.

Dialah Daeng Rustam. Petani Plasma PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) yang beralamat di Desa Slamet Harjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulteng.

Daeng Rustam merupakan salah satu petani sukses di dataran Moilong, berkat kegigihannya merawat tanaman sawit, sehingga memperoleh produksi yang maksimal.

Kepada media ini, Daeng Rustam menceriterakan awal dirinya menekuni profesi sebagai petani Sawit.

Profesi itu tampa direncanakan sejak awal. Hanya bermodalkan semangat dan sebuah prediksi bahwa, sawit merupakan usaha perkebunan yang terus mendatangkan keuntungan bagi petani, mensejahterakan, dan harganyapun akan terus meningkat.

Baca Juga :  Banggai Menuju Kota Cerdas, Begini Konsepnya

Tidak cukup itu saja, ia pun memegang teguh prinsip bahwa, setiap usaha akan sukses, ketika dilakukan secara fokus dan konsisten.

“Tahun 2010, saya beranikan diri terjun menjadi petani Plasma PT.KLS, tampa basic. Saya termotivasi dari Almarhum Bapak H.Murad Husain. Banyak inspirasi yang saya dapatkan dari beliau. Perlahan saya belajar ke teman-teman petani, dan mulai fokus pada perawatan tanaman. Akhirnya berkahpun datang. Hasilnya Alhamdulillah,”tutur pria berusia 56 tahun ini.

Awalnya, Daeng Rustam hanya memiliki 2 Hektare lahan sawit. Dari pendapatan produksi sawit miliknya, ia kemudian membeli lahan lagi. Alhasil, saat ini petani Sukses itu telah memiliki lahan Sawit seluas 21 Ha, dengan rata-rata produksi 1 Ton/ha setiap bulannya.

Baca Juga :  Kepergok Sekamar, Polisi Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri

Dari penghasilan sebagai petani yang ia dapatkan melalui pola kemitraan Plasma bersama PT.KLS, kini kehidupan Daeng Rustam terbilang lebih dari cukup. Ia memiliki sejumlah asset, berupa rumah, Gudang dan kendaraan penunjang usaha.

Tidak hanya itu, berkah Sawit, Daeng Rustam mampu menyekolahkan anaknya di Perguruan Tinggi ternama, di Makassar dan Jogja. Bahkan, salah satu anaknya, tengah menyelesaikan program Magister (S2).

“Kalau ada yang bilang perusahaan PT.KLS menyengsarakan petani, itu salah besar. Yang mengatakan seperti itu, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Ia malas mengurus sawitnya. Kedua, yang bersangkutan tidak punya kebun Sawit,”tandasnya.

Geliat perekonomian di Kecamatan Toili dan Moilong urai dia, dapat di ukur dari kondisi buah Sawit. Disaat buah sedang drop, maka situasi pasar akan sepi. Jika buah Sawit sedang banyak, maka situasi pasar akan padat di datangi pengunjung.

Baca Juga :  Djemmy Najoan Beri Bonus Atlet Taekwondo Banggai Berprestasi

“Dengan adanya Sawit di Toili dan Moilong, perputaran uang bisa mencapai Rp.7-8 Miliar perbulannya. Alhamdulillah, terima kasih kami sampaikan kepada Almarhum Bapak Murad Husain dan PT.Kurnia Luwuk Sejati,”pungkasnya. (RED)