Bupati: Kalau ada Oknum Yang Meminta Uang Terkait Penerimaan ASN Laporkan ke Kami

Bupati Banggai, Ir.H.Amirudin Tamoreka

 

BANGGAIPOST,Luwuk- Ujian tes tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Banggai resmi dibuka, Selasa (14/9). Pelaksanaanya digelar selama empat hari, dipusatkan Kantor Dinas TPHP Kabupaten Banggai.

Terkait penyelenggaraan tes seleksi ASN Bupati Banggai Ir. H. Amirudin Tamoreka, menegaskan jikalau ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan meminta sejumlah uang dalam tes seleksi ujian CPNS tahun 2021 ini segera laporkan ke kami.
“Ujian Tes SKD ini murni tidak dipunggut biaya dan gratis, Kami Pemerintah tidak memunggut biaya sama sekali,”kata Bupati

Iapun berharap seleksi ujian kali ini dapat berjalan dengan lancar.
“Kami berharap para peserta ujian dapat mengikuti kompetensi yang telah diberikan dengan baik dan benar, karna ini sifatnya rahasia karna tidak ada yang bisa membantu mereka kecuali diri mereka dan Tuhan”tuturnya

Baca Juga :  Opening Porprov Sulteng Ke-IX di Banggai Pukau Ribuan Penonton

Bupati Banggai kembali menegaskan bahwa ujian seleksi sudah sesuai dengan sistem dan mekanisme dari BKN Pusat, tidak bisa diganggu gugat. Untuk itu Pemerintah Daerah berharap setelah mengikuti tes seleksi dan diterima, wajib menjalankan visi dan misi secara bersama.

Kepala BKPSDM Soffyan Datu Adam juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Pengadaan ASN Lingkup Pemkab mengatakan, seleksi ujian ini dilaksanakan dari 14 september sampai dengan 17 september 2021, jumlah peserta pelamar diikuti 956 peserta CPNS dan calon P3K sebanyak 188 peserta
“Dari ratusan peserta akan memperebutkan jumlah formasi yang ditetapkan untuk Kabupaten Banggai yakni, CPNS tenaga Kesehatan sejumlah 27 formasi, CPNS tenaga tekhnis berjumlah 24 formasi dan P3K tenaga kesehatan berjumlah 43 formasi. Ungkapnya

Baca Juga :  Rapat MPS Ke-IV GKLB, Bupati Banggai Sumbang Rp.100 Juta Pembangunan Gereja Golgota

Adapun tahap seleksi yang dimulai hari ini (14/09) dilaksanakan empat sesi. Dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Seluruh peserta diwajibkan untuk melakukan swab antigen ataupun swab PCR. Hasilnya semua peserta dinyatakan Non-reaktif sehingga mereka melaksanakan ujian menempati satu ruang yang telah disediakan yakni ruang aula TPHP. (NS/KB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *