Apalagi, keberadaan empat Guru Penggerak menjadi modal yang tidak dimiliki semua sekolah. Program ini dirancang untuk melahirkan guru yang inovatif, mampu menjadi pemimpin pembelajaran, dan mendorong lahirnya budaya belajar yang lebih baik.
Dengan modal tersebut, SMP Mirqan sebenarnya memiliki peluang besar menjadi sekolah percontohan di Kabupaten Banggai.
Namun, kualitas pendidikan tidak lahir hanya karena gedung baru atau rasio guru yang ideal.
Sekolah dengan jumlah peserta didik yang masih sangat sedikit juga menghadapi tantangan tersendiri. Dinamika belajar belum terbentuk sepenuhnya. Kompetisi akademik masih terbatas. Organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kehidupan sosial di lingkungan sekolah belum berkembang seperti sekolah yang memiliki ratusan peserta didik.
Komposisi siswa pun menunjukkan bahwa sekolah ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Dari total 46 siswa, sebanyak 37 orang berada di kelas VII, sementara kelas VIII hanya berisi empat siswa dan kelas IX hanya lima siswa. Ini menunjukkan proses pembangunan sekolah masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang ideal.
