Editorial

15 Guru, 46 Siswa: Mampukah SMP Mirqan Mencetak Lulusan Berkelas?

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan bahwa keberadaan 15 guru benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai rasio yang sangat kecil justru berujung pada rendahnya produktivitas pembelajaran. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi kesempatan untuk menghadirkan model pendidikan yang lebih berkualitas daripada sekolah pada umumnya.

Kini, tantangan terbesar SMP Mirqan bukan lagi membangun gedung, melainkan membangun reputasi.

Masyarakat tentu tidak akan mengingat berapa miliar rupiah anggaran yang dihabiskan untuk membangun sekolah ini. Yang akan menjadi ukuran adalah kualitas lulusan yang dihasilkannya.

Apakah beberapa tahun ke depan siswa-siswanya mampu bersaing masuk SMA unggulan? Mampukah mereka menorehkan prestasi akademik maupun nonakademik? Bisakah SMP Mirqan menjadi sekolah rujukan di Kabupaten Banggai?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh waktu.

Jika dengan rasio 15 guru untuk 46 siswa SMP Mirqan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berprestasi, maka investasi Rp8,088 miliar itu layak disebut berhasil.

Namun jika keunggulan rasio guru-siswa tersebut tidak mampu menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik, maka sekolah ini hanya akan dikenang sebagai bangunan baru dengan fasilitas lengkap, tanpa meninggalkan jejak prestasi yang sepadan.

Bagikan: