Mereka mengakhiri fase grup tanpa kekalahan setelah bermain imbang 0-0 melawan Spanyol, menahan Uruguay 2-2, serta kembali bermain tanpa gol menghadapi Arab Saudi.
Menurut laporan BBC Sport, keberhasilan tersebut tidak lepas dari tangan dingin pelatih Bubista, yang membangun tim dengan organisasi pertahanan sangat disiplin dan sulit ditembus.
Cape Verde mengandalkan pertahanan rendah (low block) menggunakan formasi 4-5-1 yang dapat berubah menjadi 5-4-1 saat mendapat tekanan.
Analisis The New York Times/The Athletic menyebut strategi utama Blue Sharks adalah menutup ruang di area tengah sehingga lawan dipaksa menyerang melalui sisi lapangan atau melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Disiplin mereka juga terlihat dari statistik. Saat menghadapi Spanyol, Cape Verde hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan, sebuah catatan yang sangat langka dalam sejarah Piala Dunia modern, sebagaimana dilaporkan BBC Sport.
Selain pertahanan rapat, Cape Verde mengandalkan pengalaman kiper veteran Vozinha, yang beberapa kali menjadi penyelamat tim lewat penyelamatan krusial.
