Berita Utama

Wamenkeu Juda Agung: Ekonomi Indonesia Jauh dari Kondisi Krisis 1998

Kedua, krisis neraca pembayaran seperti yang dialami Indonesia pada 1997โ€“1998. Saat itu banyak perusahaan menarik dana luar negeri secara besar-besaran sehingga memicu tekanan berat terhadap nilai tukar rupiah.

โ€œKalau sekarang kita lihat situasinya masih jauh dari kondisi tersebut,โ€ jelasnya.

Ketiga, krisis sistem keuangan yang dipicu ledakan utang di berbagai sektor hingga menyebabkan kolapsnya sistem perbankan.

Namun Juda menilai tanda-tanda tersebut belum terlihat di Indonesia saat ini.

Selain indikator fiskal, sejumlah data ekonomi nasional juga masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen, sementara inflasi April 2026 berada di level 2,42 persen.

Meski demikian, Juda mengakui ekonomi nasional tetap menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dunia dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Selain itu, tantangan struktural seperti rasio pajak nasional yang masih rendah juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah ke depan.

Meski begitu, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat sehingga narasi bahwa Indonesia sedang menuju krisis seperti 1998 dinilai berlebihan jika melihat data fiskal dan ekonomi terbaru.(rdk)

Bagikan: