BANGGAIPOST, LUWUK – Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan puluhan jerigen di SPBU Kilometer Dua, Kota Luwuk, viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Berikut beberapa tangkapan layar dari sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan pengisian jeriken di sebuah mobil pik up hitam di SPBU km 2 Luwuk
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Nur Alam Kasim dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sebuah mobil open cup berwarna hitam tengah mengantre di area pengisian BBM dengan membawa muatan puluhan jerigen berukuran besar yang ditutup menggunakan terpal.
Perekam video kemudian mendekati kendaraan tersebut dan membuka penutup terpal, memperlihatkan sejumlah jerigen yang tersusun rapi memenuhi bak mobil. Ia pun mempertanyakan tujuan pengisian BBM dalam jumlah besar menggunakan wadah tersebut.
Beberapa kali penutup terpal kembali dibuka oleh perekam untuk menunjukkan kepada publik banyaknya jerigen yang dibawa kendaraan tersebut.
“Tolong ditindaklanjuti, penumpukan BBM sudah meresahkan. Pantas saja masyarakat harus antre terus, ternyata ada jerigen-jerigen begini yang ikut mengisi,” ujar Nur Alam dalam video yang diunggahnya.
Ia juga menyinggung kondisi antrean panjang yang kerap terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Luwuk, sementara dalam video tersebut terlihat kendaraan yang diduga membawa BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen.
Beredarnya video tersebut langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait dapat segera melakukan pemeriksaan guna memastikan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan aturan distribusi BBM yang berlaku.
Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir masyarakat di wilayah Luwuk kerap mengeluhkan kelangkaan BBM yang berdampak pada antrean panjang di sejumlah SPBU.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kilometer Dua maupun instansi terkait mengenai video yang beredar tersebut. Masyarakat pun berharap ada klarifikasi sekaligus langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam distribusi BBM.
(Alin)
Sedikit trik jurnalistik di sini:
Kata “dugaan”, “diduga”, “terlihat”, “dalam video” dipakai untuk melindungi dari tuduhan langsung.
Menyebut sumber video memperkuat kredibilitas berita.
Menutup dengan permintaan klarifikasi membuat berita terlihat berimbang.
Kalau mau, bisa juga saya buat versi yang lebih “nendang” untuk headline portal atau Facebook BanggaiPost supaya lebih kuat secara klik tapi tetap aman hukum.












