Sejumlah pengamat politik lokal dan warganet mulai membaca pertemuan tersebut sebagai kemungkinan semakin dekatnya Hadianto dengan Partai Gerindra.
Analisis itu muncul karena dua figur yang menemuinya merupakan representasi penting Gerindra di tingkat nasional. Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, Gerindra dinilai akan memperoleh tambahan kekuatan besar di Sulawesi Tengah dengan bergabungnya salah satu kepala daerah paling populer di provinsi ini.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Hadianto Rasyid maupun jajaran Gerindra yang mengonfirmasi adanya pembicaraan mengenai perpindahan partai.
Spekulasi itu kemudian berkembang lebih jauh. Sejumlah warganet mulai menghubungkan kemungkinan bergabungnya Hadianto ke Gerindra dengan skenario duet bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada Pilgub 2030.
Duet tersebut sebelumnya telah ramai diperbincangkan publik dan bahkan dijuluki sebagai “Dream Team” karena dinilai mampu memadukan kekuatan politik wilayah timur dan barat Sulawesi Tengah.
Jika Hadianto benar-benar berlabuh ke Gerindra, peluang terbentuknya poros Demokrat-Gerindra disebut semakin terbuka. Koalisi itu dinilai memiliki modal elektoral yang kuat, baik di tingkat provinsi maupun di Kota Palu. Namun demikian, semua itu masih berada pada tahap analisis dan spekulasi politik.
