Kondisi itu tidak hanya mengancam keselamatan pelajar, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar. Tidak sedikit siswa yang terlambat, dipulangkan lebih awal, bahkan gagal mengikuti ujian karena sungai tidak dapat diseberangi.
Padahal, rencana pembangunan Jembatan Masungkang sudah bergulir sejak 2023. Saat itu Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas PUPR menyatakan akan menganggarkan pembangunan jembatan dan telah melakukan survei lokasi.
Pada November 2025, penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatan juga telah dilakukan. Sejumlah anggota DPRD Banggai, termasuk Rika Syarifudin, turut mendesak percepatan pembangunan setelah meninjau langsung kondisi di lapangan.
Namun hingga video terbaru direkam pada 22 Juli 2026, pembangunan fisik jembatan belum juga terealisasi. Akibatnya, warga, terutama para pelajar, masih harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali sungai meluap.
Kembali viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur dasar di Desa Masungkang belum terselesaikan. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar anak-anak tidak lagi mempertaruhkan nyawa hanya untuk memperoleh hak mereka mengenyam pendidikan.(Nasri)
