Berita Utama

Tolak Tambang Nikel, Ini Alasan Warga Batui

Aksi Demo komunitas Masyarakat Batui Tolak Tambang (BATONG) yang digelar, Sabtu (16/1).[Foto:Istimewa]
Aksi Demo komunitas Masyarakat Batui Tolak Tambang (BATONG) yang digelar, Sabtu (16/1).[Foto:Istimewa]

Untuk itu, sangat dikhawatirkan ketika tambang nikel beroperasi di wilayah Kecamatan Batui, maka akan berimplikasi pada rusaknya lingkungan, yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat setempat. Begitupun kawasan hutan yang menjadi habitat burung Maleo.

Patut diakui urai dia, sektor pertambangan yang kini telah beroperasi di Kecamatan Batui tidak memberikan dampak yang signifikan dalam menggenjot perekonomian masyarakat setempat,”Dari perkembangan Migas, hingga perkebunan Sawit belum memberikan peningkatan kesejahteraan yang cukup berarti. 13 tahun kehadiran investasi di Batui belum memiliki dampak dalam meningkatkan ekonomi masyarakat kecil,” tegasnya.

Belum usai mengatasi problem kesejahteraan dan konflik antara masyarakat dan perusahaan, kini kata dia, pemerintah menambah beban kepada masyarakat melalui pemberian Izin eksplorasi tambang nikel di Batui,”Berdasarkan data dan fakta tahun 2020, untuk sektor pertambangan khususnya nikel, PT. Banggai Kencana Permai dengan konsesi 8.000 Ha yang terbagi dalam 2 Kecamatan lainnya, yaitu, Batui Selatan dan Moilong. Sementara PT. Indo Nikel Karya Pratama juga memiliki 3.047 Ha di Wilayah Kecamatan Batui,”paparnya.

Bagikan: