Secara khusus, Wabup Furqanuddin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Muhammadiyah Banggai yang telah menghadirkan salah satu tokoh cendekiawan Islam tersebut di Kabupaten Banggai.

Selama satu jam, Din Syamsuddin menyampaikan pandangannya tentang moderasi Islam di tengah kebhinekaan Indonesia. Dengan latar belakang bangsa Indonesia yang majemuk, baik suku bangsa maupun agama yang dianut oleh penduduknya, Din Syamsuddin mendedahkan pandangannya.
“Kemajemukan seperti ini, dari sudut pandang Islam adalah sunnatullah, adalah ketentuan Allah,” ujar mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut.
Olehnya itu, Din Syamsuddin menegaskan bahwa orang yang tidak siap untuk hidup bersama dalam alam kemajemukan adalah pecundang. Sebaliknya, bagi yang mampu hidup berdampingan secara damai, itulah pemenang. Menurutnya, umat Islam harus memiliki wawasan inklusif, bukan eksklusif.
Kepada ormas-ormas Islam di Indonesia, Din Syamsuddin berharap dapat menjadi pelopor dan pembukti sebagai ummatan washatan. “Kalau umat Islam bersatu, saya yakin sebagian besar masalah Indonesia terselesaikan,” ujarnya.
Turut Hadir dalam tablig akbar tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banggai Anang S. Otoluwa, Ketua MUI Banggai Zainal Abidin Alihamu, Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Sutrisno K. Djawa, tokoh-tokoh agama, serta sejumlah pimpinan OPD.(Dkf)
