Akibat kejadian terbaru ini, sekitar 20 hingga 23 siswa dilaporkan tidak bisa mengikuti UAS hari pertama. Pihak sekolah disebut akan menjadwalkan ujian susulan bagi siswa yang terdampak.
Masyarakat berharap pemerintah tidak lagi berhenti pada survei, peninjauan lokasi, atau tahap perencanaan semata, tetapi benar-benar merealisasikan pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan warga.
Kasus ini kembali menjadi gambaran nyata bagaimana minimnya infrastruktur dasar masih menjadi penghambat serius akses pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Banggai. (Sri/Rdk)
