Namun hingga kini, jembatan yang dijanjikan belum juga dibangun.
Ironinya lagi, pada November 2025, media Kilasbanggai.com kembali memberitakan bahwa pembangunan jembatan Masungkang telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan disebut menjadi langkah awal menuju realisasi proyek fisik. Dalam laporan tersebut, Dinas PUPR Banggai mengaku telah menganggarkan penyusunan DED melalui APBD Perubahan 2025.
Di sisi lain, Banggai Raya juga pernah memberitakan pernyataan Ketua DPRD Banggai yang menyebut pembangunan jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar. Dalam pemberitaan itu, Ketua DPRD bahkan lebih setuju membangun sekolah di Masungkang dibanding memaksakan pembangunan jembatan yang dinilai membutuhkan biaya besar.
Akan tetapi, kondisi di lapangan ternyata belum berubah. Anak-anak Desa Masungkang masih harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai demi bisa bersekolah.
Warga mengaku kecewa karena berbagai kunjungan pejabat daerah maupun provinsi ke lokasi sejauh ini belum menghasilkan solusi nyata. Bahkan pembangunan jembatan sederhana seperti jembatan gantung pun belum terealisasi.
“Setiap tahun selalu begini. Anak-anak tetap harus mempertaruhkan nyawa kalau mau sekolah,” ujar salah seorang warga.
