“Waktu saya masuk, karena kontribusi rendah, kita minta kontrak diadendum,” jelasnya.
Belakangan, PT JMA juga disebut memiliki temuan terkait kekurangan pembayaran pajak. Kondisi ini kemudian mendorong pergantian pengelola ke PT Cellebest Kreator Indonesia, yang disebut memiliki keterkaitan dengan pengelola sebelumnya, sama-sama berdomisili di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Meski telah berganti, Yusran menilai kontribusi tetap tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Karena itu, kontrak hanya diperpanjang dalam jangka waktu terbatas hingga 2026.
Uji Petik dan Gagasan Digitalisasi
Untuk memastikan potensi riil pendapatan, pihak RSUD di masa kepemimpinannya sempat melakukan uji petik selama satu hari. Hasilnya, pendapatan kotor parkir dinilai jauh lebih besar dibandingkan laporan yang diterima.
“Dari uji petik itu kelihatan jelas, potensi sebenarnya jauh lebih besar,” katanya.
Sebagai solusi, pihaknya pernah mengusulkan penggunaan sistem kartu parkir bekerja sama dengan perbankan guna meningkatkan transparansi. Namun, rencana tersebut belum terealisasi.
Menurutnya, jika kini muncul gagasan digitalisasi sistem parkir, hal itu justru menjadi langkah yang tepat.
“Kalau sekarang ada ide digitalisasi, itu lebih baik. Supaya transparan dan bisa dikontrol, tidak ada lagi celah kebocoran,” tegasnya.
