Contoh tersebut menunjukkan bahwa pergantian nomenklatur fasilitas publik sering kali tidak sepenuhnya menghapus memori kolektif masyarakat terhadap identitas awal sebuah tempat. Di sisi lain, perubahan nama yang mengikuti pergantian rezim politik juga berisiko menghilangkan jejak sejarah pembangunan, memicu pemborosan administratif, dan menimbulkan kesan bahwa fasilitas negara menjadi bagian dari identitas kelompok tertentu.
Karena itu, substansi yang paling penting sesungguhnya bukan semata nama, melainkan bagaimana fasilitas pendidikan tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banggai dalam jangka panjang.
Penutup
Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, SMP Negeri Mirqan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan pendidikan di Kabupaten Banggai. Infrastruktur pendidikan yang baik seharusnya menjadi investasi jangka panjang yang melampaui siklus politik lima tahunan.
Apakah nama โMirqanโ kelak tetap dipertahankan atau berubah, sejarah akan mencatat bahwa sekolah tersebut lahir pada fase pembangunan pendidikan yang sedang mencari identitas baru di era otonomi daerah.
