Iklan Banggai Post
Berita Utama

Siswa SMA Berpotensi Tak Lagi Terima MBG

Lembaga tersebut sebelumnya telah membantah rumor yang menyebut program MBG berhenti sejak awal Juni 2026 akibat persoalan dana operasional. BGN memastikan penyaluran bantuan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain itu, BGN menghentikan skema bundling atau pembagian makanan selama masa libur sekolah. Program hanya dilaksanakan pada hari aktif belajar mengajar.

Momentum libur sekolah juga akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, termasuk audit dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), validasi data penerima manfaat bersama pemerintah daerah dan sekolah, hingga penyesuaian insentif pengelola SPPG.

Perubahan skema MBG ini muncul di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola program unggulan tersebut agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa siswa SMA dipastikan dicoret dari daftar penerima manfaat. Hingga pertengahan Juni 2026, belum ada keputusan resmi mengenai penghentian MBG bagi siswa SMA.

Yang pasti, pemerintah kini tengah mengkaji ulang siapa kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi negara, agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberi dampak terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

(RBP)

Bagikan: