Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan kemampuan penyerapan rata-rata hutan tropis yang berada pada kisaran 25 hingga 42,4 ton COâ‚‚ per hektare per tahun. Pada tanaman sawit yang telah memasuki fase matang atau berusia lebih dari 10 tahun, tingkat penyerapan karbon dapat mencapai sekitar 49 ton COâ‚‚ per hektare per tahun, dengan rata-rata sepanjang siklus tanam sekitar 25 tahun berada pada kisaran 63 ton COâ‚‚ per hektare per tahun.
Meski demikian, para akademisi menegaskan bahwa angka tersebut masih menjadi bahan diskusi karena belum sepenuhnya memperhitungkan emisi yang muncul akibat perubahan penggunaan lahan, terutama apabila pembukaan kebun dilakukan melalui konversi kawasan hutan atau lahan gambut.
Potensi Carbon Capture dari Limbah Sawit
Selain melalui pertumbuhan tanaman, industri sawit juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengurangan emisi melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).
Dikutip dari sejumlah publikasi energi terbarukan Indonesia, POME menghasilkan gas metana (CHâ‚„) dalam jumlah besar apabila dibiarkan terurai di kolam terbuka. Metana merupakan gas rumah kaca yang memiliki efek pemanasan global berkali-kali lebih kuat dibanding karbon dioksida.
