Langkah konkret yang bisa segera dilakukan adalah membangun paket wisata terpadu lintas wilayah. Wisatawan yang datang ke Luwuk tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi diarahkan menjelajah hingga ke wilayah kepulauan dalam satu jalur perjalanan yang utuh. Dengan demikian, lama tinggal wisatawan meningkat, perputaran ekonomi meluas, dan dampaknya terhadap pendapatan daerah menjadi lebih signifikan.
Selain itu, penguatan konektivitas menjadi faktor kunci. Ketika transportasi udara belum stabil, transportasi laut harus dioptimalkan secara serius—dengan jadwal yang pasti, sistem yang terintegrasi, serta standar layanan yang dapat diandalkan. Konektivitas yang kuat akan membangun kepercayaan pasar dan menjadi sinyal positif bagi maskapai untuk kembali membuka rute penerbangan.
Lebih jauh, strategi penguatan pasar juga harus dilakukan secara agresif. Pemerintah daerah perlu mendorong event berskala nasional maupun internasional, menjalin kemitraan dengan pelaku industri perjalanan, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan promosi. Dalam konteks ini, intervensi fiskal seperti seat guarantee juga patut dipertimbangkan sebagai upaya awal untuk menstimulasi permintaan.
Tanpa langkah-langkah strategis tersebut, setiap pembukaan rute baru hanya akan berakhir sebagai seremoni—dibuka dengan optimisme, lalu ditutup karena sepi penumpang. Ini bukan sekadar persoalan maskapai, tetapi cerminan dari belum terbentuknya ekosistem pasar yang solid.
