Anggota DPRD Kabupaten Banggai yang disebut sebagai pengusul Pokir, Suharto Yinata, mengaku telah menanyakan langsung kepada pihak kontraktor mengenai kondisi pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, kontraktor menyampaikan bahwa pekerjaan yang terlihat saat ini memang hanya sampai pada tahap tersebut karena keterbatasan anggaran.
“Iya, saya juga sudah tanya ke pemborongnya kenapa pekerjaan hanya seperti itu. Katanya memang begitu karena anggarannya tidak cukup. Tapi saya belum tanya ke Dinas PUPR,” tulis Suharto melalui pesan WhatsApp kepada Banggaipost, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya masyarakat telah mengirimkan video kondisi jembatan tersebut kepadanya, dan informasi itu telah ia sampaikan kepada pihak kontraktor.
Namun penjelasan tersebut berbeda dengan keterangan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Banggai.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banggai, Fikri Dari, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan menelusuri lebih lanjut kondisi pekerjaan di lapangan.
Perbedaan penjelasan ini memunculkan tanda tanya publik mengenai kepastian kelanjutan proyek tersebut, sekaligus memunculkan sorotan terhadap pengawasan teknis dari instansi terkait.
