Di sisi lain, Spanyol hadir dengan skuad muda yang sedang menikmati masa keemasan. Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, hingga Pau Cubarsí menjadi wajah baru La Roja yang tampil meyakinkan sepanjang turnamen, termasuk saat menyingkirkan Belgia di perempat final.
Perang Urat Saraf Dimulai
Jelang pertandingan, perang komentar mulai memanaskan atmosfer semifinal. Kylian Mbappé mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan status favorit. Menurutnya, Spanyol merupakan lawan yang sangat berbahaya, terutama dengan hadirnya talenta muda seperti Lamine Yamal yang disebutnya sebagai pemain luar biasa.
Namun, Yamal justru melontarkan pernyataan yang lebih tajam. “Kalau ada yang harus takut, seharusnya mereka (Prancis). Kami sudah mengalahkan mereka di Euro dan kami tidak takut menghadapi mereka. Kami adalah dua tim terbaik di dunia. Mari kita lihat siapa yang lebih baik di lapangan,” tegas Yamal usai kemenangan atas Belgia, dikutip dari Times Now, Minggu (12/7/2026).
Pemain muda Spanyol itu juga menegaskan ambisi timnya. “Kami datang ke sini untuk menjadi juara. Itu tujuan kami,” ujar Yamal. Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari bek Prancis, Ibrahima Konaté, yang memastikan Les Bleus siap menjawab tantangan di atas lapangan.
