Berita Utama

Potensi Poros Tengah

Poros tengah memang menarik di atas kertas. Anwar bisa menjadi titik temu bagi kekuatan-kekuatan yang selama ini tercecer — aktivis muda, organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat yang lelah dengan polarisasi dua kutub. Tapi tantangannya sangat berat: Demokrat harus membangun mesin politik dari nol di Banggai, sementara hubungan baik dengan Tamoreka bisa menjadi batu sandungan politik dan citra.

Di sisi lain, koalisi dengan kubu petahana jauh lebih realistis. Memberi dukungan Demokrat kepada Benny Tamoreka atau kandidat dari klan Tamoreka akan menjadi win-win: Tamoreka mendapat tambahan suara, Anwar memperkuat posisi Demokrat di Banggai tanpa harus mengambil risiko besar sebagai “dirigen” sebuah poros baru dengan calon sendiri. Lagipula, politik adalah soal kalkulasi kepentingan, bukan sekadar wacana gagasan.

Anak muda itu tersenyum saat saya menyampaikan keraguan ini. Ia tetap optimis bahwa polarisasi yang terlalu lama justru akan menciptakan ruang bagi pemain baru. Masyarakat, katanya, lama-lama akan mencari pilihan ketiga — bukan karena membenci kedua kubu, tapi karena menginginkan narasi dan tawaran yang berbeda. Termasuk narasi pembangunan, tentu dengan ide-ide yang berbeda.

Saya mengangguk, tapi tetap skeptis.

Bagikan: