Polres Banggai Gelar Tradisi Penjemputan Kapolres yang Baru

Penyambutan Kapolres Banggai baru AKBP Wayan Wayracana Aryawan, SIK, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Banggai Ny. Made Wayan di Mapolres Banggai, Sabtu (10/1/2026).[Foto:Humas Polres Banggai]

BANGGAIPOST.COM,Luwuk- Polres Banggai menggelar tradisi penyambutan Kapolres Banggai baru AKBP Wayan Wayracana Aryawan, SIK, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Banggai Ny. Made Wayan di Mapolres Banggai, Sabtu (10/1/2026).

Dalam penyambutan tersebut dihadiri Kapolres Banggai lama AKBP Putu Hendra Binangkari, SIK, didampingi Ny. Ika Putu, Wakapolres Kompol Frangky Jefry Rey, para pejabat utama, para Kapolsek jajaran dan Bhayangkari.

Kedatangan AKBP Wayan ini disambut dengan tarian molabot yang merupakan tarian menyambutan yang diangkat dari inti gerak tiga etnis (suku) yang ada di Kabupaten Banggai, yaitu Saluan, Banggai dan Balantak, yang kemudian dirangkum menjadi tari pergaulan.

Tak hanya tarian daerah, kedatangan orang pertama di Polres Banggai ini juga disambut dengan pengalungan bunga oleh adik-adik dari TK Bhayangkari dan jajar kehormatan.

Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan laporan kesatuan kamtibmas oleh AKBP Putu Hendra Binangkari di Aula Maleo Mapolres Banggai.

Pergantian Kapolres Banggai ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: , dan ST/2781/XII/KEP./2025, tertanggal 15 Desember 2025, yakni AKBP Putu Hendra Binangkari mutasi Wakapolresta Bandung, sedang AKBP Wayan Aryawan sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Toli-Toili.

Suasana Haru Warnai Tradisi Pelepasan AKBP Putu

Tampak suasana  haru menyelimuti halaman Mapolres Banggai, saat jajaran Polres melepas kepergian mantan Kapolres, AKBP Putu Hendra Binangkari beserta istri, Ny. Ika Putu, dalam prosesi tradisi pelepasan yang penuh makna dan penghormatan.

Dalam barisan penuh kehormatan, deretan perwira Polres membentuk formasi Pedang Pora, menyambut langkah-langkah terakhir AKBP Putu meninggalkan markas yang selama setahun lebih ia pimpin dengan dedikasi dan keteladanan.

Penghormatan itu diiringi lantunan perpisahan, menambah nuansa haru. AKBP Putu dan istri tampak melangkah melewati gerbang kehormatan yang dipenuhi salam perpisahan dan pelukan tulus dari para anggota dan Bhayangkari.

Dalam kegiatan laporan satuan yang dilaksanakan sebelum prosesi pelepasan, AKBP Putu menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh jajaran.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam bertugas dan membangun hubungan harmonis di lingkungan kerja.

Tradisi pelepasan ini menjadi penanda akhir dari satu babak pengabdian dan awal dari tonggak kepemimpinan baru. AKBP Putu kini akan melanjutkan tugasnya sebagai Wakapolresta Bandung, sementara semangat, nilai-nilai, dan kedekatannya dengan jajaran di Tanah Babasalan akan tetap hidup dalam kenangan.(*)