Suara Rakyat

Polemik Parkir RSUD Luwuk Tak Kunjung Tuntas, Warganet: Apakah Pengelola Parkir Perusahaan Titipan?


LUWUK, BANGGAIPOST.COM


Empat pejabat baru diperkenalkan di RSUD Luwuk. Namun, persoalan parkir yang berulang kali menuai kritik warganet masih menjadi sorotan. Desakan agar Bupati Banggai turun tangan telah berkali-kali disuarakan, tetapi hingga kini polemik tersebut dinilai belum menemukan penyelesaian yang diharapkan masyarakat.

Kritik kembali mengemuka melalui media sosial. Warganet mempertanyakan transparansi pengelolaan parkir, mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga, hingga dasar penetapan tarif yang dinilai tidak manusiawi.

Salah satu komentar datang dari Nazeer. Ia mendesak pemerintah dan dinas terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar tidak terus berlarut-larut. Menurutnya, sejumlah hal mendasar perlu dijelaskan kepada publik, mulai dari status perusahaan pengelola hingga skema kerja sama yang diterapkan.

Skema Pengelolaan hingga Gaji Petugas Dipertanyakan

“Apakah pengelola parkir adalah murni outsourcing independen atau perusahaan titipan?” tulis Nazeer dalam komentarnya di media sosial. Ia juga mempertanyakan proses penunjukan pengelola serta skema kerja sama yang digunakan, apakah berupa sewa lahan atau bagi hasil.

Selain itu, Nazeer menyoroti besaran gaji petugas parkir dan kesesuaiannya dengan ketentuan upah yang berlaku. Ia turut mempertanyakan peralatan yang digunakan dalam operasional parkir di RSUD Luwuk.

Bagikan: