Pernikahan Anak Penyumbang Stunting

Farida Lamarauna, SE, M.Si.

BANGGAIPOST.COM,Palu- Stunting ibarat fenomena gunung es yang pengentasannya tidak cukup di permukaan tapi harus sampai ke akarnya.

Karena penyumbang stunting tertinggi didominasi kasus-kasus pernikahan anak.

“Semoga tim ini mampu mengurangi pernikahan anak sekaligus mengentaskan stunting dan kemiskinan,” pesan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Farida Lamarauna, SE, M.Si.

Hal ini disampaikan saat mewakili Gubernur Rusdy Mastura pada pembukaan Konsolidasi dan Pertemuan Mitra Kerja Bangga Kencana Tingkat Provinsi Sulteng, Kamis pagi (7/7), di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (P2KB).

Kegiatan diikuti unsur BKKBN, OPD dan jejaring dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulteng.

Berdasarkan data 2021, prevalensi Sulteng terbilang tinggi yaitu 29,7%, melebihi nasional yang 24,4%.

Olehnya target presiden menurunkan stunting hingga 14 % pada 2024 ikut disinkronkan dalam RPJMD Sulteng 2021-2026.

“Pertanyaan yang sangat besar (kemudian) mampu kah Kita menurunkan sampai 11 persen tahun 2026,” kata Staf Ahli menanyakan komitmen tim menurunkan prevalensi stunting.

Kuncinya lanjut staf ahli ialah dengan integrasi dan sinergitas multi sektoral.

“Melalui pengaktifan peran pemerintah, perguruan tinggi, swasta, masyarakat dan media,” pungkas staf ahli menegaskan.

Nampak hadir Kadis P2KB Tuty Zarfiana, SH, M.Si dan Kadis Sosial Hj. Sitti Hasbiah Zaenong, M.Si. (Rls)