ADVERTISEMENT

Pengawasan Ketat Dipertanyakan, Dugaan Narkoba dan HP Masuk Lapas Luwuk


BANGGAIPOST, LUWUK – Klaim pengawasan ketat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, Kabupaten Banggai, kini menuai sorotan. Pasalnya, dugaan peredaran narkoba serta penggunaan handphone (HP) oleh warga binaan disebut masih terjadi di dalam lapas.

Temuan ini mencuat dari laporan masyarakat serta hasil penelusuran sejumlah media yang menyoroti lemahnya pengawasan, khususnya di pintu masuk. Kondisi tersebut dinilai membuka celah bagi masuknya barang terlarang, termasuk narkoba dan alat komunikasi.

Pimpinan media Berantastipikor, Hermanius Burunaung, bersama Dedi Saada dari Babasalnews, menilai kejadian ini menunjukkan adanya persoalan serius terkait integritas dan sistem pengawasan petugas.

“Jika pengawasan benar-benar ketat, seharusnya tidak ada ruang bagi masuknya narkoba maupun HP ke dalam lapas,” ujar Hermanius.

Ia menambahkan, keberadaan HP di dalam lapas menjadi indikator kuat adanya kelalaian, bahkan memunculkan dugaan keterlibatan oknum dalam proses pengawasan.

“Ini bukan hanya soal kelalaian, tetapi juga menyangkut integritas petugas yang perlu dievaluasi secara menyeluruh,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Dedi Saada. Ia menekankan bahwa pengawasan di pintu masuk harus diperketat melalui sistem pemeriksaan berlapis, termasuk penggeledahan badan dan barang bawaan pengunjung.

“Pintu masuk adalah titik paling krusial. Jika di sana lemah, maka seluruh sistem pengamanan bisa ditembus,” ujarnya.

Keduanya mendesak pihak lapas tidak hanya memperketat prosedur, tetapi juga meningkatkan pembinaan dan pengawasan internal terhadap petugas guna mencegah praktik serupa terulang.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terbukti.

“Kami akan melakukan penindakan tegas, namun tetap melalui proses pengumpulan bukti yang akurat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus menanamkan pentingnya integritas kepada seluruh petugas melalui apel rutin setiap hari.

Meski demikian, sorotan publik terhadap dugaan bobolnya pengawasan ini menjadi tantangan serius bagi pihak lapas untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (Alin)