BANGGAIPOST.COM,Toili- Pendampingan terhadap tujuh tersangka pencurian brondolan Sawit, di Desa Samalore Kecamatan Toili diduga direkayasa.
Salah satu orang tua tersangka, Narsia Martanu mengaku, tak ada pendampingan terkait tersangka pencurian brondolan Sawit di Desa Samalore, sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media.
“Foto yang dimuat media (Blur) bertuliskan sejumlah warga yang di duga di kriminalisasi PT.KLS bersama kuasa hukumnya, itu pendampingan warga terkait masalah tanah di Samalore, bukan pendampingan para tersangka,”beber orang tua salah satu tersangka Narsia Martanu, kepada media ini, Kamis 3 April 2025.
Dikatakan, dalam foto yang dimuat dalam pemberitaan tak ada satupun tersangka yang di dampingi melainkan membahas masalah tanah warga di Samalore.
“Saya saksinya, pada saat itu saya bertepatan hadir, yang dibahas masalah tanah, bukan pendampingan tersangka. Saat dipanggil ba foto, saya ikut juga foto sama mereka,’tuturnya.
Tidak hanya itu, ia juga meluruskan pemberitaan terkait adanya intimidasi kepada orang tua tersangka untuk memilih Paslon 03 saat PSU yang di helat 5 April 2025.
“Tidak ada bahasa intimidasi dari ibu Sulianti, dari dulu saya sudah menjadi timnya ibu Anti. Dan saya juga pernah tinggal bersama mereka di Luwuk,”pungkasnya.
