BANGGAIPOST.COM-Kasus pencurian tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, kian meresahkan.
Ironisnya, aksi pencurian ini tidak hanya terjadi satu kali atau dua kali, tapi terus berulang. Petani pun resah karena dibikin gigit jari.
Arimin, Petani Sawit Plasma Kurnia Luwuk Sejati (KLS) di Desa Pandauke, Kecamatan Mamosalato mengungkapkan maraknya aksi pencurian sawit ini terjadi sejak adanya pabrik di kecamatan tersebut.
“Kurang lebih ada lima hektar yang dicuri. Sudah sering sekali pak, tidak terhitung. Pokoknya rawan pencurian sejak ada pabrik di Mamosalato,” ungkapnya.
Tingginya aksi pencurian, membuat Arimin resah. Bahkan ia tak bisa menghitung, berapa kali pencurian itu terjadi.
“Pokoknya setiap mau panen, pasti ada saja kehilangan. Kalau mau bicara kerugian, kalau cuma Rp2 juta ada setiap kejadian,” cetus Arimin.
Sebagai korban, Arimin tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melapor ke pihak kepolisian. Hanya saja, tidak ada kejelasan.
