Selain itu, beban tenaga kerja juga meningkat menjadi Rp14.978.251.271, dibandingkan Rp13.911.200.028 pada tahun sebelumnya. Pos ini meliputi gaji, honorarium, tunjangan, dana pensiun, hingga asuransi pegawai.
Beban Administrasi Tembus Rp4,5 Miliar
Laporan keuangan juga mencatat beban administrasi dan umum mencapai Rp4.512.068.960.
Dari rincian pos tersebut, terdapat sejumlah pengeluaran bernilai ratusan juta rupiah, antara lain:
- Biaya penyisihan piutang sebesar Rp805.000.951.
- Biaya penyusutan administrasi umum sebesar Rp479.308.015.
- Biaya perjalanan dinas sebesar Rp446.314.454.
- Dana representasi direktur sebesar Rp414.609.627.
- Rupa-rupa biaya pegawai sebesar Rp421.548.148.
- Biaya langganan media elektronik sebesar Rp282.423.501.
- Rupa-rupa biaya umum lainnya sebesar Rp214.082.941.
Selain itu, masih terdapat berbagai komponen biaya lainnya seperti pembelian BBM dan oli, pemeliharaan kendaraan, biaya rapat dan tamu, biaya telepon, listrik, pembacaan meter, hingga penyusutan inventaris yang turut membentuk total beban administrasi perusahaan.
PDAM sebenarnya masih memperoleh pendapatan non-operasional sebesar Rp1.155.050.687, sementara beban non-operasional hanya Rp3.026.232. Dengan demikian terdapat surplus non-operasional sekitar Rp1,152 miliar.
Meski demikian, tambahan pendapatan tersebut belum mampu mengimbangi tingginya beban operasional yang ditanggung perusahaan sepanjang tahun 2025.
Membengkaknya kerugian di tengah meningkatnya pendapatan menjadi catatan penting terhadap pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut.
