LUWUK, BANGGAIPOST.COM
Pengelolaan parkir RSUD Luwuk terus dibanjiri kritik warganet. Selain mempertanyakan transparansi kerja sama dengan pihak ketiga dan tarif parkir yang dinilai memberatkan, sejumlah pengguna media sosial bahkan membandingkannya dengan RSUD Undata di Palu.
Seorang warganet menyebut tarif parkir mobil di RSUD Undata sebesar Rp5.000 tanpa dibatasi jam parkir. Perbandingan ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar penetapan tarif dan kebijakan durasi parkir di RSUD Luwuk.
Perbandingan tersebut turut mewarnai perbincangan publik mengenai biaya parkir di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah. Warganet mempertanyakan dasar kebijakan parkir di RSUD Luwuk, termasuk transparansi pengelolaan dan penetapan tarifnya.
Di tengah ramainya kritik tersebut, pegiat media sosial Aswan Edi Bakari turut menyampaikan desakan agar pengelolaan parkir RSUD Luwuk dibuka secara transparan kepada masyarakat.
Melalui komentarnya di media sosial, Aswan mempertanyakan alasan pengelolaan parkir di rumah sakit milik pemerintah daerah itu diserahkan kepada pihak ketiga tanpa keterbukaan informasi yang memadai.
Menurutnya, RSUD Luwuk dibangun menggunakan uang rakyat sehingga pengelolaan fasilitasnya, termasuk parkir, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami sebagai masyarakat hanya minta tiga hal sederhana,” tulis Aswan.
