Jika proses merit-based dijalankan secara konsisten—dengan standar kompetensi ketat, kontrak kinerja jelas, dan pengawasan kuat—maka peluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi terbuka lebar.
Sebaliknya, jika kembali menjadi rutinitas, paradoks anggaran besar dengan pertumbuhan rendah akan terus berulang.
Saatnya menggeser paradigma: dari pengelola anggaran menjadi motor penggerak ekonomi daerah.(*)
