Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Sudah empat hari terakhir distribusi air PDAM tidak mengalir, membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keluhan terus bermunculan karena hingga memasuki hari keempat, pelanggan mengaku belum menerima penjelasan resmi dari pihak PDAM terkait penyebab gangguan maupun kapan distribusi air akan kembali normal.
“Sudah hampir empat hari PDAM Pagimana mati suri tanpa ada pemberitahuan resmi. Seharusnya kalau memang ada perbaikan, pihak PDAM menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat mengetahui kendalanya,” kata salah seorang warga, Tony Taha.
Menurut Tony, yang paling mengecewakan bukan hanya terhentinya pasokan air, tetapi juga minimnya komunikasi dari pihak penyedia layanan. Akibatnya, banyak pelanggan meluapkan kekecewaan melalui media sosial dengan berbagai komentar bernada protes.
“Masyarakat bukan hanya butuh air segera mengalir lagi, tetapi juga informasi yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.
Di sisi lain, berdasarkan unggahan pada akun Facebook milik salah seorang petugas PDAM Pagimana, terlihat tim teknis sedang melakukan perbaikan pipa di Desa Ampera yang disebut sebagai titik kerusakan jaringan distribusi.
