Problem sosial juga masih mengadang. Di Luwuk Timur, misalnya, masih banyak warga kesulitan mengakses air bersih. Ironis memang, ketika daerah kaya sumber daya alam, tetapi warganya masih harus antre jeriken demi setetes kehidupan. Pelayanan kesehatan di desa-desa pelosok pun belum merata, sehingga masyarakat harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapat perawatan sederhana. Demikian pula dengan isu kemiskinan, pengangguran, hingga kenakalan remaja yang mengintai generasi muda Banggai. Semua ini adalah pekerjaan rumah besar agar kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Di usia 80 tahun, Indonesia semestinya semakin matang. Kabupaten Banggai, dengan segala potensi alamnya yang luar biasa—dari laut, minyak dan gas, hingga pertanian—seharusnya bisa menjadi contoh bagaimana kekayaan itu dikelola untuk kemerdekaan rakyatnya sendiri, bukan hanya segelintir orang.
Maka, di Hari Ulang Tahun ke-80 RI ini, marilah kita bertanya pada diri sendiri: apa arti merdeka bagiku, dan apa yang masih harus kita merdekakan di tanah Banggai tercinta?
Karena setiap jawaban yang lahir akan memperkaya makna kemerdekaan kita bersama.
Selamat Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia!
Merdeka! 🇮🇩
