Namun di Kabupaten Banggai sendiri, kita masih punya banyak pekerjaan rumah untuk benar-benar merdeka. Merdeka dari jalan rusak yang memutus akses desa dan kota. Merdeka dari listrik yang belum merata hingga pelosok. Merdeka dari harga kebutuhan pokok yang masih melambung di pasar. Merdeka dari masalah klasik pupuk langka dan hasil panen yang tak sebanding dengan jerih payah petani. Bahkan di sektor kelautan, nelayan kita masih sering berhadapan dengan biaya solar yang mahal dan permainan harga oleh tengkulak.
Problem sosial juga masih mengadang. Di Luwuk Timur, misalnya, masih banyak warga kesulitan mengakses air bersih. Ironis memang, ketika daerah kaya sumber daya alam, tetapi warganya masih harus antre jeriken demi setetes kehidupan. Pelayanan kesehatan di desa-desa pelosok pun belum merata, sehingga masyarakat harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapat perawatan sederhana. Demikian pula dengan isu kemiskinan, pengangguran, hingga kenakalan remaja yang mengintai generasi muda Banggai. Semua ini adalah pekerjaan rumah besar agar kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
