Oleh: Parlin Yusuf
Hari ini, 17 Agustus 2025, bangsa Indonesia kembali menandai perjalanan panjang kemerdekaan yang ke-80. Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Setiap tahunnya, kita merayakan hari bersejarah ini dengan upacara, bendera merah putih, dan berbagai simbol nasionalisme. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang lebih dalam: bagaimana setiap orang memaknai arti merdeka.
Di media sosial pagi ini, timeline kita dipenuhi beragam status, unggahan foto, hingga video singkat yang menyiratkan tafsir masing-masing tentang kemerdekaan. Ada yang menuliskan bahwa merdeka adalah bebas berpendapat tanpa takut dibungkam. Ada pula yang mengartikan merdeka sebagai mampu hidup layak tanpa dihantui kesulitan ekonomi. Sebagian lainnya menyebut, merdeka itu saat anak-anak bisa sekolah tanpa hambatan biaya, atau saat rakyat kecil tak lagi cemas kehilangan hak atas tanah dan lautnya.
