Warga juga meminta pemerintah daerah dan pihak perusahaan membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat yang berpotensi terdampak. Mereka berharap seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara transparan serta didasarkan pada kajian lingkungan yang komprehensif.
Selain itu, masyarakat meminta adanya kejelasan mengenai bentuk perlindungan maupun pemberdayaan bagi warga yang berpotensi kehilangan mata pencaharian apabila proyek tersebut tetap dilaksanakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mpros Darma Karya belum memberikan keterangan resmi terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi dampak rencana pembangunan jetty tersebut. BanggaiPost masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memperoleh tanggapan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang. (Alin)
