Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat aktivitas RSUD Luwuk sebagai rumah sakit rujukan utama yang setiap hari dipadati pasien dan pengunjung.
Di sisi lain, manajemen RSUD juga mengakui bahwa pihak pengelola hingga kini belum pernah hadir memenuhi undangan resmi.
“Kami sudah mengundang, tetapi sampai sekarang belum pernah hadir,” ujar Sri Tresny.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Budianto Uda’a yang baru menjabat sekitar lima bulan sejak akhir Oktober 2025 menggantikan dr. Yusran Kasim, menyatakan bahwa evaluasi kerja sama masih berlangsung.
Namun, jika dibandingkan dengan data historis, kondisi saat ini terlihat semakin janggal. Berdasarkan temuan Audit BPK RI Perwakilan Sulawesi Tengah Tahun 2022, pendapatan kotor parkir periode 2019–2022 mencapai Rp2,751 miliar, dengan rata-rata Rp600–900 juta per tahun atau sekitar Rp50–82 juta per bulan.
Perbandingan ini menunjukkan penurunan yang sangat drastis, dari puluhan juta rupiah per bulan menjadi hanya sekitar Rp2–3 juta pendapatan bersih saat ini.
Perbedaan mencolok tersebut memunculkan dugaan kuat adanya persoalan serius dalam pengelolaan parkir, baik dari sisi sistem, pengawasan, maupun transparansi.
