“Berdasarkan data base yang kami rampungkan di tahun 2022, kurang lebih 800 mahasiswa yang kuliah di gorontalo di salah satu universitas yang ada di gorontalo. Belum kampus-kampus lainnya. Ini harus menjadi perhatian Pemda. Mahasiswa butuh fasilitas tempat tinggal dan beasiswa,”ujarnya dalam artikel itu.
Lebih lanjut ia mengatakan, upaya mahasiswa memperjuangkan aspirasi tersebut telah dilakukan melalui audiensi bersama Bupati Banggai dan Ketua DPRD. Namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.
“Memasuki 4 tahun, upaya kami memperjuangkan pengadaan asrama yang kedua. Dari pemasukan proposal sampai dengan audiensi dengan bapak Bupati banggai, serta ketua DPRD dan beberapa anggota dewan. Menyampaikan kondisi asrama kami saat ini sudah kurang layak. Hingga saat inintak kunjung direalisasikan” tuturnya.
“Begitupun beasiswa yang seharusnya bisa membantu dalam penyelesaian studi. Sudah masuk empat tahun kami berjuang, tidak di indahkan, dan hanya menjadi surga telinga bagi kami,”tambahnya.
Iapun berharap, Pemerintah Daerah bisa merespon perihal permohonan asrama kedua dan Beasiswa daerah yang tak kunjung ada.
“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Daerah kepada mahasiswa di tanah rantau, yang sedang menempuh pendidikan lebih lanjut khususnya di tanah Gorontalo,”pungkasnya. (NS)
