Kehadiran pemerintah daerah dalam upacara adat mabangun tunggul merupakan bentuk kepedulian akan kelestarian adat budaya serta menjaga dan melestarikan pesan dari leluhur.
“Banggai Laut memiliki adat-istiadat yang masih sampai hari ini terus terpelihara dan dilestarikan. Dan akan terus eksis karna ini bagian dari kearifan lokal yang berbudaya,” jelas Bupati Sofyan Kaepa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Ablit H.Ilyas.
Lewat sambutannya pula, Bupati Sofyan mengatakan, sebagai daerah yang bersejarah, perlu kita mengetahui dan memahami seluk-beluk sejarah peradaban sejak dari masa kerajaan Banggai sampai terintegritas dalam kedaulatan NKRI. Bahasa budaya dan adat perlu di pelajari karena mempelajari bahasa budaya dan adat akan membuat kita sadar akan pentingnya pelestarian budaya.
“Perlu kita ketahui bahwa mabangun tunggul ini adalah adat mendirikan tiang atau yang disebut dengan mendirikan tiang Alif untuk menandakan akan dilaksanakan suatu kegiatan adat yang intinya adalah menjalin hubungan silaturahmi antara sesama masyarakat adat serta memupuk rasa gotong royong dalam bingkai kearifan lokal yang berbudaya,” terangnya
“oleh karena itu, mabangun tunggul ini jangan kita jadikan ajang seremoni saja. namun di dalamnya banyak makna yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Mabangun tunggul ini kita diajak untuk senantiasa menjaga hubungan antara sesama manusia,” tambah Bupati Sofyan.

