Padahal jumlah pasokan BBM di dua SPBU di Kabupaten Banggai Laut itu, Berdasarkan informasi yang diterima Media, Selasa (7/11), mendapatkan jatah 8 ton per hari. Dari jumlah tersebut, harusnya BBM bersubsidi jenis pertalite ini bisa dikatakan lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat umum. Namun kenyataannya masyarakat mengeluh kesulitan mendapat BBM pertalite di dua SPBU itu.
Menurut mereka (red, masyarakat), setiap ada stok BBM jenis pertalite masuk di SPBU Kota Banggai dan SPBU Desa Timbong, antrian kendaraan selalu membludak dan bahkan banyak kendaraan roda dua dan empat yang sudah mengantri sejak malam hari.

Anehnya lagi, kendaraan yang mengantri itu lebih didominan kendaraan itu-itu saja (diduga kendaraan milik pelangsir) setiap kali ada stok BBM pertalite.
Hal ini yang membuat masyarakat semakin resah karena stok BBM bersubsidi kerap ludes hanya dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih 2 sampai 3 jam saja.
“Ada yang dua kali bolak balik, padahal kendaraannya sudah terisi,” ucap sejumlah warga disela-sela antrian. Mirisnya, disebutkan warga ada yang menggunakan dua kendaraan sekaligus. “Orangnya cuma sendiri, tapi kendaraannya dua,” kata mereka.
