BANGGAIPOST, LUKTIM – Program pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) di Kecamatan Luwuk Timur (Luktim) hingga saat ini baru terealisasi di dua desa, yakni Desa Baya dan Desa Kayutanyo. Sementara itu, desa-desa lainnya masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan.
Informasi yang dihimpun Banggaipost menyebutkan, ketersediaan lahan menjadi faktor penghambat percepatan pembangunan Kopdes di sejumlah desa. Beberapa desa belum memiliki lahan yang siap digunakan, baik yang berstatus aset desa maupun lahan hibah dari masyarakat.
Pemerintah kecamatan melalui pendamping desa bersama pemerintah desa terus melakukan koordinasi dan pendataan guna memastikan kesiapan lahan agar program Kopdes dapat direalisasikan secara merata. Keberadaan Kopdes diharapkan menjadi pusat penggerak ekonomi desa, mulai dari pengelolaan usaha, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.
“Untuk desa yang belum berjalan, kendalanya rata-rata soal lahan. Ada yang masih dalam proses pembebasan, ada juga yang belum menemukan lokasi yang strategis. Dari total 13 desa di Luwuk Timur, baru dua desa yang sudah masuk tahap pembangunan,” ungkap Camat Luwuk Timur, Jumat (16/1).
Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap optimistis pembangunan Kopdes dapat dilanjutkan secara bertahap seiring kesiapan desa dalam memenuhi persyaratan administrasi serta penyediaan lahan.
Pemerintah Kecamatan Luwuk Timur berharap pemerintah desa dapat segera mencari solusi terbaik, termasuk melalui musyawarah desa, agar program Kopdes yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (Alin)












