Berita Utama

Komunitas Pegiat Sastra di Banggai Tampilkan Karya Puisi untuk Ibu

Bicara sastra, kopi dan puisi untuk Ibu.

Di mata ibu yang teduh, cinta telah tumbuh dan abadi.
Saat ibu datang, peluk hangat ibu yang kami nanti.
Saat ibu pergi, rindu akan memanggil Ibu kembali.

Kami sadar, bahwa cinta selalu diekor oleh sakit hati.
Mereka yang mati nurani, adalah mereka yang mencaci maki.
Saat ujaran benci dan fitnah ditujukan padamu, kau menutup telinga dan mendengarnya dengan hati.
Saat intimidasi beraksi dan menyerangmu, kau peluk luka itu menyiramnya dengan cinta dan kasih.

Ibu, Ibu, Ibu.
Padamu, kami titipkan lirih suara ini.
Padamu, doa – doa kami langitkan.
Padamu, harapan, cinta dan kasih kami percaya bisa bangun Banggai.
Ibu, kami memanggilmu Ma’ Anti, Ibu Rakyat Banggai. (*)

Bagikan: