BANGGAIPOST, PAGIMANA – Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pagimana kembali menuai sorotan. Hingga kini, masyarakat di sejumlah desa mengeluhkan layanan air bersih yang kerap macet dan tak kunjung memberikan solusi nyata.
Warga menyebutkan, aliran air PDAM sering tidak berjalan sehingga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih belum terpenuhi secara maksimal. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan yang berkelanjutan.
“Sampai sekarang kami di beberapa desa masih sering mengeluhkan air yang kerap mati, termasuk di Kampung Pala, Kecamatan Pagimana,” ujar Toni, warga setempat, kepada BANGGAIPOST.
Menurutnya, di Kampung Pala aliran air sudah dua hari terakhir tidak mengalir. Upaya perbaikan yang dilakukan pihak terkait dinilai hanya bersifat sementara.
“Kalau pun ada perbaikan, itu hanya sebentar. Setelah itu air kembali macet,” ungkapnya.
Toni berharap PDAM Pagimana dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat.
“Kami berharap ada solusi yang benar-benar serius agar air bisa terus mengalir dan masyarakat bisa menikmatinya,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta pihak PDAM agar lebih terbuka kepada masyarakat jika terjadi kendala teknis di lapangan, sehingga informasi tersebut dapat diketahui bersama dan dicarikan jalan keluar.
“Jangan terus-menerus kami hanya diminta bersabar. Selama ini itu yang selalu disampaikan, tapi tidak jelas kapan solusinya,” tegas Toni.
Lebih lanjut, Toni mengungkapkan bahwa sekitar 20 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut sebelumnya telah mendapatkan bantuan pemasangan sambungan PAM ke rumah-rumah warga. Namun, bantuan tersebut dinilai tidak memberikan manfaat.
“Sudah hampir dua tahun PAM terpasang, tapi air tidak pernah jalan,” tambahnya.
Bahkan, karena kesal, salah seorang warga memilih mencabut instalasi PAM tersebut dan menggantinya dengan sumur bor pribadi. Hingga kini, warga tersebut justru dapat menikmati air bersih dari hasil usaha mandiri tersebut.












