Dalam foto-foto tersebut, tampak tanaman perkebunan dipenuhi debu, ditumbuhi semak belukar, serta tidak terawat. Amir menyebut masih terdapat sedikitnya delapan foto lain yang mendokumentasikan kondisi serupa.
“Empat tahun sudah tak lagi bisa dibersihkan diakibatkan oleh aktivitas perusahaan PT KFM. Saya sendiri sudah pernah memberikan gambar ini ke pihak KFM, tapi alih-alih mereka hanya bilang mereka belum membutuhkan. Namun mereka tak pernah peduli dengan tanaman kebun saya yang sudah penuh dengan debu oleh aktivitas perusahaan,” ungkap Amir.
Puluhan Lahan Terdampak
Desakan masyarakat kembali diarahkan kepada PT Koninis Fajar Mineral (KFM). Warga meminta perusahaan bertanggung jawab atas dampak aktivitas pertambangan yang diduga memengaruhi sedikitnya 54 titik lahan pertanian masyarakat, mulai dari jalur hauling hingga kawasan jetty perusahaan.
Berdasarkan laporan masyarakat, total luasan lahan yang terdampak disinyalir mencapai lebih dari 100 hektare.
Amir Mae’u mengatakan persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Namun hingga kini belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian bagi warga.
