Berita Utama

KFM Bebas Babat Lahan, BKP Bebas Masuk


Kades Tuntung, Camat hingga Bupati Mengaku Tak Tahu, Warga Pertanyakan Negara Hadir di Mana?


BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Di saat masyarakat Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, terus memperjuangkan hak atas lahan pertanian mereka yang terdampak aktivitas pertambangan, ironi justru muncul dari pengakuan para pejabat pemerintah. Kepala desa mengaku tidak tahu, camat menyatakan tidak mengetahui, bahkan Bupati Banggai disebut tak mendapat informasi terkait masuknya perusahaan tambang baru, PT Banggai Kencana Permai (BKP).

Di sisi lain, warga mempertanyakan bagaimana mungkin aktivitas pertambangan dapat berlangsung bertahun-tahun, membuka akses jalan, membabat lahan, hingga mengubah bentang wilayah tanpa sepengetahuan pemerintah yang memiliki fungsi pengawasan.

Persoalan yang mereka suarakan bukan lagi sekadar kekhawatiran, tetapi telah menjadi dampak nyata yang mereka rasakan setiap hari.

Kebun Tak Lagi Terurus, Tertutup Debu Selama Empat Tahun

Salah satu bukti yang ditunjukkan warga berasal dari kebun milik Amir Mae’u, salah seorang pemilik lahan terdampak. Melalui pesan WhatsApp kepada BanggaiPost.com, Amir mengirimkan sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi kebunnya yang disebut sudah empat tahun tidak lagi dapat dibersihkan akibat aktivitas perusahaan.

Bagikan: