Padahal, Kabupaten Banggai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Wilayah pesisir yang luas, sumber daya perikanan tangkap, budidaya, hingga peluang ekspor merupakan modal ekonomi yang seharusnya menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan daerah. Wajar jika masyarakat berharap mendengar penjelasan mengenai perkembangan sektor strategis tersebut.
Yang semestinya disampaikan bukan sekadar ucapan selamat atas gedung baru, melainkan jawaban atas sejumlah pertanyaan mendasar.
- Apakah produksi perikanan meningkat dibanding tahun sebelumnya?
- Apakah pendapatan nelayan ikut bertambah?
- Berapa kelompok nelayan yang telah berkembang menjadi usaha mandiri?
- Bagaimana perkembangan ekspor hasil perikanan Banggai?
- Seberapa besar kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah?
- Apakah harga ikan semakin stabil sehingga masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan protein keluarga?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan ukuran keberhasilan sebuah kebijakan publik. Sayangnya, publik justru tidak memperoleh informasi mengenai indikator-indikator tersebut.
Hal lain yang juga mengundang perhatian adalah belum adanya penjelasan mengenai Program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini merupakan salah satu prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk membangun kawasan nelayan secara terpadu melalui peningkatan produktivitas, pembangunan infrastruktur, perluasan akses permodalan, penguatan industri pengolahan hasil perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
