Rekaman juga memperlihatkan area lobi dengan lantai marmer yang dipenuhi debu dan pecahan material. Sofa, tanaman hias, serta bagian kaca bangunan masih terlihat berdiri. Di akhir video, tampak sebuah ballroom besar dengan karpet merah, meja bundar, dan kursi bersarung putih yang diduga tengah dipersiapkan untuk sebuah kegiatan. Sejumlah staf dan tamu terlihat masih berada di lokasi pascagempa.
Secara umum, video tersebut menggambarkan adanya kerusakan non-struktural, seperti pada lantai, dinding, plafon, dan elemen interior bangunan. Namun, bangunan utama tampak masih berdiri.
Tak hanya itu, sejumlah foto lain yang beredar juga menunjukkan beberapa fasilitas publik di Kota Palu mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan. Hingga kini, tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait.
Kepanikan warga juga tak terhindarkan. Banyak masyarakat dilaporkan berhamburan keluar rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas umum untuk mencari tempat terbuka sesaat setelah gempa terjadi.
Di RS Anutapura Palu, sejumlah pasien, keluarga pasien, dan pengunjung juga dikabarkan keluar dari gedung rumah sakit menyusul kekhawatiran akan adanya gempa susulan. Video yang beredar memperlihatkan kerumunan warga berada di area luar rumah sakit sambil menunggu situasi dinyatakan aman.
