Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, langsung menyampaikan sejumlah komitmen untuk membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026. Mulai dari pengetatan pengawasan dapur, perbaikan tata kelola, hingga pencegahan kasus keracunan, seluruhnya menjadi prioritas yang dijanjikan.
Namun, berbagai janji tersebut belum sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai persoalan MBG jauh lebih mendasar dan tidak cukup diselesaikan hanya dengan pergantian pimpinan.
Dua hari setelah dilantik, tepatnya pada Jumat (24/7) dini hari, Sudaryono melakukan inspeksi mendadak ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor, yakni SPPG Pasir Kuda 03, Cipaku 02, dan Tegal Gundul 05.
Dalam sidak tersebut, ia menilai operasional dapur secara umum telah berjalan cukup baik. Meski demikian, ia menegaskan seluruh petugas harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan penerima manfaat.
“Yang baik dipertahankan, yang kurang diperbaiki. Kalau ada yang melanggar standar keamanan pangan dan mutu, akan kami tindak tegas, bahkan ditutup,” tegasnya.
Sudaryono juga memperkenalkan sistem reward and punishment sebagai bagian dari evaluasi rutin terhadap seluruh dapur MBG.
